27 C
Tebing Tinggi
Saturday, April 17, 2021

DPMDP3A Gelar Sosialisasi Advokasi PUG Melalui PPRG

Dalam Rangka Meningkatkan Kapasitas Focal Point OPD
DINAS Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDP3A) Kabupaten Empat Lawang, menggelar sosialisasi dan pelatihan Advokasi Pengarusutamaan Gender (PUG) melalui Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) dalam rangka peningkatan kapasitas focal point Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Empat Lawang, tahun 2018.

Kegiatan yang menghadirkan nara sumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Patah Palembang, berlangsung di Hotel Kito Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Selasa (10/7).

Kegiatan yang diikuti sejumlah utusan dari seluruh OPD dalam lingkungan kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang ini, dibuka Assisten 1 Pemkab Empat Lawang, Rachmad Riyandi.

Dalam amanatnya saat membuka kegiatan tersebut, Assisten 1 Pemkab Empat Lawang, Rachmad Riyandi mengatakan, dengan adanya penyetaraan gender, peran para wanita dalam ikut menyukseskan pembangunan dapat terpakai. Namun demikian, dia mengingatkan agar penyetaraan gender tidak difahami keliru hingga seorang wanita lupa akan kewajibannya selaku ibu rumah tangga yang juga memiliki kewajiban terhadap keluarganya.

Lebih lanjut Riyandi mengatakan, program pengarusutamaan gender melalui PPRG dan setiap OPD jelas dia, merupaka focal point. Karena itu, setiap OPD harus melaksanakan penyetaraan gender dalam setiap aplikasi di setiap OPD. Dia mencontohkan, pada penganggaran suatu bangunan yang dilaksanakan di Dinas Pekerjaan Umum, itu harus menampung kepentingan para wanita dengan menyediakan tempat atau ruang menyusui. “Meskipun bekerja, para wanita dapat tetap menjalakan tugasnya sebagai ibu pada anaknya,” ujar dia.

Kemudian lanjut Riyandi, pada contoh lainnya,  dalam pengajuan bakal calon (Balon) anggota legislatif, suatu partai politik wajib menyertakan keterwakilan perempuan dalam mengajukan Balon-nya. “Jika itu tidak dapat dipenuhi, pihak KPU akan mengembalikan berkas Balon ke parpol itu. Jadi wajib bagi parpol untuk meyertakan keterwakilan perempuan dalam calon anggota legislatifnya,” urainya.

Dari contoh tersebut, kata Riyandi, peran focal point di setiap OPD untuk membantu mengaplikasikan setiap perencanaan dan penganggaran yang responsif terhadap penyetaraan gender, sangat penting dilakukan. “Dengan adanya sosialisasi ini, masing-masing focal point di setiap OPD, dalam menyusun dan melaksanakan anggaran memberikan ruang yang baik dalam penyetaraan gender,” imbuhnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Camat Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang tersebut juga berpesan, sosialisasi PUG pada dasarnya merupakan kegiatan rutin setiap tahun. Dia berharap, pada pelaksanan kedepan terus ditingkatkan materi-materi yang disajikan kepada para peserta. Para peserta juga sebut dia, harus memahami dengan mengaplikasikan pemahaman yang didapat ini, tercermin pada penyusunan anggaran di setiap OPD yang ada.

“Jika kegiatan hari ini merupakan tingkat pertama, pada pelaksanaan kedepan bisa tingkat selanjutnya dan seterusnya. Sehingga pemahaman yang didapat para peaerta dapat terus meningkat,” harapnya.

Upload by: E-Government

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini