28.8 C
Tebing Tinggi
Monday, May 10, 2021

DPMDP3A Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Tindakan Hukum Terhadap TPPO

 Minimalisir Kejadian TPPO di Empat Lawang

SEJUMLAH kader PKK, Kepala Desa (Kades), Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Karang Taruna di Kabupaten Empat Lawang, mengikuti kegiatan sosialisasi pencegahan dan tindakan hukum terhadap tindak pidana perdagangan orang (TPPO), yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDP3A) Kabupaten Empat Lawang, yang diselenggarakan di Hotel Kito Tebing Tinggi, Kamis (12/7/2018).

Kegiatan yang mengambil tema Peningkatan Strategi dan Optimalisasi Upaya Pencegahan dan Penegakan Hukum TPPO Dalam Rangka Meminimalisir Jumlah Korban, ini bertujuan agar dapat meningkatkan pengetahuan dan menyamakan pemahaman tentang TPPO atau perdagangan orang di Kabupaten Empat Lawang.
Assisten 1 Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, Rachmad Riyandi saat membuka kegiatan mengatakan, tindak pidana perdagangan orang atau TPPO, adalah tindakan pelanggaran berat terhadap hak azazi manusia (HAM). Di Kabupaten Empat Lawang, kata dia, disadari atau tidak ada terjadinya TPPO.
“TPPO membidik korbannya dari kalangan perempuan dan anak-anak. Perempuan dijadikan pekerja seks komersial atau PSK dan kalau anak-anak diculik, dijual dan dijadikan pengemis di jalan-jalan,” jelasnya.
Untuk di Empat Lawang ini kata dia, kebanyakan para korban TPPO itu dijadikan Tenaga Kerja Wanita (TKW). Dengan minimnya informasi, ada perempuan-perempuan di Empat Lawang ini, yang berangkat menjadi TKW tidak melalui jalur yang benar, tapi melalui perantara calo. “Calonya antarkan TKW ke penampungan kemudia ambil fee, setelah itu nasib TKW-nya tidak jelas dengan perjanjian kontrak yang tidak jelas dan gaji juga yang tidak jelas,” ujar Riyandi.
Awalnya terjadi TPPO itu diawali dengan ketidaktahuan keluarga dan korban itu sendiri tentang maksud dari TPPO itu sendiri. Makanya diperlukan kegiatan semacam ini agar masyarakat tahu apa itu TPPO itu. “Kalau sudah tahu, jika menemukan adanya indikasi TPPO itu, segera dilaporkan, karena Empat Lawang ini sudah memiliki gugus tugas penncegahan dan penegakan hukum TPPO yang anggotanya antara lain Kajari dan Kapolres,” jelas Riyandi.
Selanjutnya jika sudah mengerti apa itu TPPO, bagaimana mengatasinya, mencegahanya dan sebagainya diharapkan juga agar disampaikan masyarakat agar mereka faham dan dapat meminimalisir kejadian TPPO itu di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati. “Kalau punya anak tolong dijaga, kalau punya keluarga yang punya niat bekerja ke luar negeri tolong kasih tahu bagaimana yang berangkat menjadi TKW benar. Karena bukan tidak mungkin keluarga kita ini menjadi korban TPPO oleh orang yang hendak mengeruk kepentingan pribadi,” cetusnya.
Lebih lanjut Riyandi mengingatkan, agar masyarakat di Kabupaten Empat Lawang, menjaga keluarga masing-masing dengan iman yang baik dan dengan suasana keterbukaan. “Jangan sampai anggota keluarga kita saat ada masalah justru curhat dengan orang lain yang tidak jelas, bukan pada orang tua,” tandasnya.
upload by: E-Government Diskominfo

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini