31 C
Tebing Tinggi
Thursday, May 6, 2021

Sekda Apresiasi Hasil Pelatihan Kelapa Terpadu

EMPAT LAWANG – Pelatihan kelapa terpadu mendapat apresiasi Sekda Empat Lawang, H Edison Jaya. Hal ini dikataknya saat menutup pelatihan yang dimaksud, Jum’at (21/12).

Menurut sekda, kelapa merupakan sumberdaya alam yang berlimpah di Empat Lawang. Namun selama ini hanya menjadi limbah dan belum ada nilainya dan setelah melihat dari hasil pelatihan dia mengaku terkejut.Lantaran, pohon kelapa,  tempurung, lidi sapu bahkan sabut yang sudah dikelolah menjadi bernolai ekononis tinggi dan bisa meningkatkan enonomi serta kesejahteraan masyarakat di Bumi Salaing Keruani Sangi Kerawati.

“Dulu, pohon kelapa di Empat Lawang hanya satu saja peruntukannya yakni sebagai jembatan sungai kecil. Nmun ternyata bisa diolah menjadi berbagai kreasi, piring, asbak,  kotak tisu,  bingkai foto yang semuanya memiliki nilai ekonomis tinggi bahkan kelas ekspor jika ditekuni,” ujarnya.

 
Sementara, Ketua Asosiasi Pemberdayaan Masyarakat Yogyakarta, Suherli juga mengaku sempat pesemis. Namun setelah dilihat hasil dan kenyataan di lapangan, ternyata semangat para pemuda di Empat Lawang tidak kalah hebatnya dengan 150 pemuda di kabupaten kota yang sudah didatanginya.

“Saya bangga sekali, sampai penutupan (kegiatan ini), semangatnya masih tinggi,” kata Suherli.

Bagaimana dengan tindak lanjut pelatihan ?, Suherli mengaku sudah dipikirkan, hasil yang dibuat peserta pelatihan dinilainya sudah baik namun untuk melakukan kemasyarakat harus memenuhi syarat, antara lain kualitas,  kuantitas serta kontinyunitas. “Apalagi yang kita ketahui bahwa pemateri tidak hanya sebagai pelatih namun merupakan pelaku langsung dan siap tampung produksi UKM ini, asal sesuai syarat tadi,” jelasnya.

Yang terpenting lanjut Suherli, pelatihan bukan semata-mata langsung bisa menjadi pengusaha namun butuh rencana tindaknlanjut, misalnya dengan membentuk kelompok, meningkatkan kemampuan, ada tempat,  keterampilan dan tak kalah penting permodalan. “Akan tetapi pekatihan ini menjadi pintu gerbang menjadi pelaku UKM profesional sudah didepan mata. Jika diam saja maka tidak akan jadi apa-apa,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Empat Lawang, Kuswinarto menyampaikan  rasa syukurnya karena pelatihan kelapa terpadu sudah berlangsung sukses dan selanjutnya dia berharap bisa menjadi kelompok produsen kerajinan, sehingga hasil produk ini bisa dijual.

“Di Jogyajakarta hasil pelatihan seperti ini bisa dijual sampai keluar. bahkan ada yang ekspor bambu. Tahun depan bimtek pengolahan bambu terpadu,” pungkasnya.

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini